Jika dengar kata Lego, tempat mana yang pertama kalian bayangkan sebagai tempat liburan kalian? Pasti sebagian besar dari kalian akan berpikir Legoland yang merupakan taman bermain modern yang telah terkenal di penjuru dunia.
Ada salah satu tempat baru yang dinamakan Lego House yang hanya dibangun di ‘kampung halaman’ Sang pencipta Lego, Ole Kirk Christiansen di Billund, Denmark. Tidak seperti Legoland yang ada di beberapa negara.

Dimana secara arsitektur di bentuk menyerupai rumah yang disusun dengan balok Lego warna-warni berdiri di lahan seluas 12.000 meter persegi. Letaknya persis di depan bangunan bekas kediaman keluarga Ole Kirk Christiansen, yang kini dijadikan sebagai Lego Idea, museum Lego.
Di dalam Lego House, terdapat lebih dari 25 juta keping Lego, di mana anak-anak dan juga orang dewasa tentunya, dapat bermain sambil mengasah kreativitas, imajinasi, hingga mengenali sifat, perasaan, dan karakter manusia. Selain itu, salah satu yang paling ikonik adalah pohon raksasa setinggi 15 meter yang dibangun dengan menggunakan kepingan Lego.

Pohon tersebut dibuat dengan inisial founder Lego dan keturunannya pada batang pohon secara teramar. Pengunjung harus benar-benar teliti memandangi batang pohon itu sebelum menemukan inisial yang dimaksud. Lalu, bagian puncak pohon itu pun tidak diselesaikan, dan dipasang diagram konstruksi, untuk melambangkan bahwa perkembangan Lego belum selesai dan masih akan terus membesar.

Pemilik Lego generasi ketiga, Kjeld Kirk Kristiansen pernah berkata, di Lego House, setiap orang dapat mengekspresikan secara kreatif, apapun yang diimajinasikan nya. Tidak ada batasan dalam berimajinasi dan kemudian mewujudkannya. “Tidak ada tempat lain di dunia yang dapat memberikan Anda pengalaman alami tentang sensasi seperti di Lego House.’ katanya.

Dirancang oleh firma arsitektur BIG (Bjarke Ingels Group) – Lego House dibangun dengan bentuk dari 21 ‘balok’ Lego besar yang ditumpuk satu sama lain. Kesan yang muncul ketika bangunan ini dilihat dari udara adalah bahwa balok Lago-lah yang membentuk tempat itu. Di dalamnya, ada dua area pameran dan empat area bermain dimana setiap zona didasarkan pada empat warna berbeda, dengan tema yang berbeda pada masing-masing warna.












