Kalau ngomongin pajak, kayaknya semua orang langsung sigh ya. Di satu sisi, pajak itu emang penting banget buat negara. Dari jalan tol yang kita lewatin, sekolah gratis, sampai rumah sakit, semua itu sebenernya dibiayai dari pajak. Jadi, ibaratnya pajak itu bensinnya mesin negara. Tanpa itu, pembangunan bisa mandek.
Tapi, masalahnya… banyak rakyat yang ngerasa tarif pajak di Indonesia itu berat banget. Mulai dari pajak penghasilan, PPN, sampe pajak UMKM—sering kali bikin nafas usaha kecil sesak. UMKM yang baru jalan aja udah keburu kepotong pajak, modal kerja makin tipis. Di sisi lain, perusahaan gede bisa aja cari celah atau pindahin bisnis ke negara dengan pajak lebih ringan. Jadi ya nggak heran kalau ada yang bilang pajak kita justru bikin ekonomi susah ngembang.
Belum lagi soal trust. Banyak yang mikir, “Sebenernya duit pajak kita beneran balik lagi buat rakyat nggak sih?” Apalagi tiap kali ada berita korupsi atau pejabat foya-foya. Jadi wajar kalau kepercayaan orang buat bayar pajak makin tipis. Kadang rasanya kayak pemerintah pusing nyari duit dari mana, terus ujung-ujungnya rakyat lagi yang disuruh nombokin. Ironisnya, rakyat makin terjepit, tapi gaya hidup pejabat sama wakil rakyat malah keliatan makin hedon.
Padahal, kalau sistemnya transparan, rakyat bisa lihat langsung manfaat dari pajak yang mereka bayar. Misalnya jalan beneran mulus, sekolah gratis makin banyak, fasilitas kesehatan gampang diakses. Kalau kayak gitu, orang juga bakal lebih rela bayar pajak.
Intinya, pro kontra pajak ini nggak akan pernah berhenti. Pro-nya: pajak itu sumber utama pembangunan dan bikin distribusi lebih adil. Kontra-nya: sering kerasa memberatkan, apalagi kalau nggak ada transparansi dan keadilan.
Jadi, menurut lo gimana? Pajak di Indonesia masih bisa dibenerin biar lebih adil, atau ujung-ujungnya rakyat cuma disuruh bayar sementara pejabat terus-terusan hidup santai?











