Film Ipar Adalah Maut berhasil meraih 3 juta penonton pada hari ke-14 tayang. Film itu mencetak 1.051.789 tepat dua pekan sejak tayang di layar lebar Indonesia.
“3.051.789 orang sudah menemani Raya ke pantai bersama Moa. Terima Kasih,” tulis MD Pictures di sosial media @mdpictures_official mereka pada Kamis (27/6/24).
Hasil 3 juta penonton ini melanjutkan tren positif Ipar Adalah Maut sejak tayang di bioskop pada 13 Juni 2024. Film itu mencetak sekitar 380 ribu penonton selama dua hari terakhir.

Keberhasilan ini semakin membuat bangga karena angka itu didapat Ipar Adalah Maut pada tengah pekan. Film yang diperankan oleh Deva Mahenra dan Michelle Ziudith ini pun masih berkemungkinan untuk terus melesat, setidaknya pada akhir pekan nanti.
Hasil perolehan 3 juta penonton ini juga memperkokoh posisi Ipar Adalah Maut di lima besar film terlaris Indonesia yang rilis pada 2024. Film itu kian memperluas jarak dengan Pemandi Jenazah di peringkat keenam dengan 1,6 juta penonton.
Angka ini membuat Ipar Adalah Maut semakin dekat dengan tiga besar film terlaris Indonesia 2024. Karena, peringkat ketiga dan keempat itu diisi Badarawuhi di Desa Penari serta Siksa Kubur yang sama-sama mencetak 4 juta penonton. Meski begitu, film ini harus berhadapan dengan deretan film baru yang tayang sepanjang akhir Juni hingga awal Juli. Sebut saja A Quiet Place: DayOne, Despicable Me 4, hingga Jurnal Risa by Risa Saraswati.

Ipar Adalah Maut mengisahkan Nisa (Michelle Ziudith) yang dipinang dosen muda dari kampusnya, Aris (Deva Mahenra) laki-laki cerdas yang memiliki pesona luar biasa. Pernikahan mereka bagai pernikahan negeri dongeng, sempurna, apalagi dengan kelahiran putri mereka, Raya (Alesha Fadillah Kurniawan).
Akan tetapi, sayangnya seperti hal cinta sebuah masalah datang tanpa diduga, ibu Nisa tiba-tiba menitipkan putri keduanya, Rani (Davina Karamoy), untuk tinggal bersama pasangan suami istri itu. Rani tadinya menjaga jarak dengan Aris. Tapi, celah hubungan terlarang itu secara perlahan terbuka. Di belakang Nisa, Aris mengkhianati pernikahan dengan iparnya sendiri. Film adaptasi ini pertama kali diketahui publik melalui unggahan konten Elizasifa pada Februari 2023. Cerita ini dikemas Eliza dalam bentuk video yang terbagi menjadi 24 bagian. Kisah itu diangkat menjadi film layar lebar dibawah naungan produksi MD Pictures. Ipar Adalah Maut diarahkan oleh sutradara Hanung Bramantyo berdasarkan naskah yang ditulis oleh Oka Aurora.











